Hi, i'm Isa Setiawan Abdurrazaq, the 18 years old from Bandung
I'm Muslim, Student on SMAN 7 Bandung, newbie HTML and CSS Designer and user of Linux and Windows.and i'm not a geek

Ujian Nasional 2014

Yup Alhamdulillah berahir sudah 3 hari ujian nasional 2014. dan ribuan makian pun menghujat akun twitter Muhammad Nuh mengenai begitu sulitnya soal UN yang di rancang sederajat dengan PISA dan TIMSS, apa sih PISA? PISA itu adalah menara miring yang ada di italia, eh bukan -_-,  jadi pisa itu kepanjangan dari Programme for International Sutdent Assesment yang merupakan program 3 tahunan untuk menguji performa akademis anak umur 15 tahun, terus kalau TIMSS apaan sih? silahkan cari tahu sendiri di google hehe, dan ini adalah salah satu makian kepada pak mendikbud

wuuih pedes banget kata-katanya haha. mari kita doakan semoga temen kita ini mendapat hasil yang terbaik Aamiin. Memang sih soal UN tahun ini unpredictable dan beda banget sama soal-soal UN tahun sebelumnya. alhasil Biologi saya hanya mampu ngerjain 25 dari 40 soal, Matematika hanya 22 dari 40 soal, Kimia 30 dari 40 soal, dan Fisika 30 dari 40 soal (sombong banget sih saya haha…) tapi itu semua belum tentu jawaban saya bener, tapi biarlah apapun hasilnya nanti ya emanng segitulah kemampuan saya, dan saya inshaAllah ikhlas menerimanya.  oh iya ini ada satu lagi makian kepada Muhammad Nuh  

dan beliau pun dengan singkat dan santai membalasnya dengan sebuah slide presentasi mengenai mengapa harus adanya UN, di presentasi itu dipaparkan mulai dari data data nilai UN dari tahun ketahun, hubungan tingkat stress siswa dengan prestasi siswa, nilai indeks kompetisi sekolah dan banyak lagi.

Tapi ada sesuatu yang bikin saya kesel yaitu mengenai masalah KunJaw atau KJ atau Kunci Jawaban haha. yup ini memang masalah yang selalu ada tiap tahun pasti aja selalu beredar sebelum UN.

Suatu saat terjadi percakapan mengenai kunjaw di group line angkatan saya, yup mereka sibuk merencanakan pembelian kunjaw, saya pun kesel dan saya mengetik “Ya Allah semoga kunjaw yang beredar sesat semua”  dan esok harinya nama saya jadi buronan haha, banyak yang bilang ke saya "bodo ih maneh mah sa! kalo ga suka kunjaw ya diem aja ga usah gitu dan bla bla bla" saya pun agak menyesal juga sih karena melakukan itu dengan emosi

Jadi di sekolah saya ada sang-koordinator kunjaw mereka menjualnya dengan harga kalu tidak salah 50rb rupiah/org. dan alhasil mayoritaslah yang pakai kunjaw dan kami yang jujurpun menjadi minoritas. contohnya saja di kelas saya hanya tersisa 4 orang yang gak beli kunjaw dari 40 orang

Sehari sebelum UN (hari Ahad tepatnya) di group line kelas saya ada yang mengumumkan kalau dia udah punya 1 paket soal UN yang terdiri dari 6 mapel, dan saya pun tambah kesel

"Gak Lulus" itulah yang di takuti banyak siswa dan itu pula yang mendorong mereka buat beli kunjaw dan melakukan kecurangan-kecurangan lainnya, kalau gak lulu serasa dunia kiamat tak ada harapan lagi. yup inilah takut selain kepada Allah yang dilarang, padalah kalau misalnya gak lulu itu bukan ahir dari segalanya masih ada paket C kan? malu ikut paket C, okelah jika alesannya karena malu

Gini sob, pernah gak sih kalian ngebayangin kalau semua peserta UN se-Indonesia dari Sabang sampai Marauke jujur semua, ga ada yang pake kunjaw ga ada yang nyontek? coba deh bayangin, dan kalau soalnya pun sulit semua dan ahirnya banyak yang gak lulus dan yang lulus pun nilainya kecil-kecil. Nah kalau gitu kan bisa jadi pertimbangan buat kemdikbud untuk menurunkan standar kelulusan atau menjadi bahan evaluasi untuk UN berikutnya atau juga para pendidik akan diperbaiki kualitasnya atau bahkan kemdikbud akan menhapus UN. dan “Gak Lulu UN” pun akan menjadi suatu hal tidak memalukan lagi bukan?

Jadi ibaratnnya kayak saya masak makanan terus kalian (jamak gak cuma satu) nyobain makanan saya, kalo kalian jujur makanan saya gak enak kurang manis dikit bla bla saya langsung sesegera mungkin memperbaiki masakan saya. Tapi kalau kalian bohong tentang masakan saya dan kalian bilangnya enak padahal engga, sampai fir’aun naik haji pun saya gak akan memperbaiki masakan saya dan saya akan terus ngasih masakan itu kekalian dan kalian harus menghabiskannya. Begitu juga dengan sistem pendidikan kita kalau peserta UN gak jujur yaaa sampai kapanpun mereka gak akan memperbaiki sistem pendidikan dan kalian harus memakan sistem pendidikan yang ga enak itu terus.

Coba deh liat presentasi pak mendikbud diatas, ada data nilai UN dari tahun ke tahun tiap provinsi, ada indeks nilai indeks kompetisi sekolah dan lain lain. Itu artinya mereka selalu mengevaluasi tiap tahun.

Jadi kenapa saya sebel sama orang yang UNnya gak jujur, karena kebanyakan dari mereka egois, mereka gak mementingkan sistem pendidikan kita, yang mereka pikirkan hanyalah "Kalo gak lulus gimana ya?"  yang mereka pikirkan hanyalah nilai yang akan tertera di ijazah.

Terima kasih buat orang yang gak Jujur UNnya sudah membuat sistem pendidikan di Indonesia makin ancur!

arrizasyifaa:

Ketika Raja Faisal memutus pasokan minyak hingga negara-negara Barat mengalami krisis minyak pada Oktober 1973, ia melontarkan kalimat yang terkenal dan mengguncang dunia: “Kami dan leluhur kami telah mampu bertahan hidup hanya mengandalkan kurma
dan susu, dan kami akan kembali dengan cara itu lagi untuk bertahan hidup (tanpa bantuan barang-barang
dari Barat).”

Henry Kissinger, Menteri Luar Negeri AS, langsung mengunjungi Raja Faisal dan mencoba membujuknya untuk menarik keputusannya itu. Akan tetapi Raja Faisal hanya berkata dengan wajah penuh kebencian, “Hancurlah ISRAEL!”

Henry Kissinger mencoba melontarkan sebuah lelucon untuk menghibur sang Raja: “Pesawat saya kehabisan minyak, berkenankah yang mulia memerintahkan orang agar mengisinya dengan minyak kembali? Dan kami siap membayarnya dengan kurs internasional.”

Namun Sang Raja tak tertawa sedikitpun. Ia memandang Kissinger sambil berkata: “Dan aku hanyalah seorang lelaki tua yang menginginkan untuk dapat shalat dua rakaat di Masjid Al Aqsa sebelum aku mati; maka maukah engkau (Amerika) mengabulkan permintaanku ini?”

Foto di atas tampak fasih menggambarkan sikap Raja Faisal yang tak menyukai Kissinger dan Kissinger yang berusaha menarik hati Sang Raja. [knrp/im]

Sumber : www.muslimina.blogspot.com

arrizasyifaa:

Ketika Raja Faisal memutus pasokan minyak hingga negara-negara Barat mengalami krisis minyak pada Oktober 1973, ia melontarkan kalimat yang terkenal dan mengguncang dunia: “Kami dan leluhur kami telah mampu bertahan hidup hanya mengandalkan kurma
dan susu, dan kami akan kembali dengan cara itu lagi untuk bertahan hidup (tanpa bantuan barang-barang
dari Barat).”

Henry Kissinger, Menteri Luar Negeri AS, langsung mengunjungi Raja Faisal dan mencoba membujuknya untuk menarik keputusannya itu. Akan tetapi Raja Faisal hanya berkata dengan wajah penuh kebencian, “Hancurlah ISRAEL!”

Henry Kissinger mencoba melontarkan sebuah lelucon untuk menghibur sang Raja: “Pesawat saya kehabisan minyak, berkenankah yang mulia memerintahkan orang agar mengisinya dengan minyak kembali? Dan kami siap membayarnya dengan kurs internasional.”

Namun Sang Raja tak tertawa sedikitpun. Ia memandang Kissinger sambil berkata: “Dan aku hanyalah seorang lelaki tua yang menginginkan untuk dapat shalat dua rakaat di Masjid Al Aqsa sebelum aku mati; maka maukah engkau (Amerika) mengabulkan permintaanku ini?”

Foto di atas tampak fasih menggambarkan sikap Raja Faisal yang tak menyukai Kissinger dan Kissinger yang berusaha menarik hati Sang Raja. [knrp/im]

Sumber : www.muslimina.blogspot.com

(via aliyahani)

"Yup saya emang bukan orang jujur, saya pernah bohong dan dulu saya juga pernah nyontek. tapi saya pingin jadi orang jujur, saya pingin memperbaiki diri dan saya memulainya dari hal-hal yang bisa saya lakukan saat ini."

aku dan jujur
manfaatkan sisa waktu #ujiannasional2014

manfaatkan sisa waktu #ujiannasional2014

dokterfina & masgun Suara cerita Mencintai-Mu

dokterfina:

Suara : dokterfina (@dokterfina)

Cerita : kurniawangunadi (@kurniwangunadi) - Klik disini untuk narasi mencintaimu

Backsound : JKT 48 - Boku No Sakura

Jadi bagian #suaracerita : Soundcloud Suaracerita

(c) Medan, 10 April 2014

so deep :”

(via gungmuflih)

People I Follow